Tampilkan postingan dengan label buleleng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buleleng. Tampilkan semua postingan

0 comments

Tugu Singa Ambara Raja(Singa Ambara Raja Statue)

Published on Jumat, 19 Agustus 2011 in

Kabupaten/Kota : Buleleng 




 

Singa Ambara Raja merupakan lambang Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng, berupa singa bersayap dengan salah satu kaki depannya memegang "jagung gembal". Lambang ini kemudian dibangun dalam bentuk tugu di depan Kantor Bupati Buleleng dengan beton bertulang. Tugu ini selanjutnya menjadi "Landmark" kota Singaraja karena bentuknya yang unik, dalam pengertian tidak ada duanya di dunia ini. Lokasinya yang berada di perempatan jalan yang sering dilalui wisatawan, menyebabkan tugu ini telah menjadi daya tarik yang cukup besar untuk daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng.

Lokasi Tugu Singa Ambara Raja adalah di depan Kantor Bupati Kepala Daerah Tingkat II Buleleng, di pertigaan jalan Veteran, Jalan Pahlawan dan Jalan Ngurah Rai. Wisatawan yang melewati route ini kebanyakan berhenti mengambil foto-foto tugu tersebut atau berfoto di depat tugu, dengan tujuan untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan memang benar pernah ke Singaraja atau sebagai kenang-kenangan kota Singaraja.Mengingat wisatawan yang melewati route ini hanya menggunakan kesempatan untuk mengambil foto-foto di sekitar tugu, maka tidak dibangun fasilitas khusus untuk wisatawan.

0 comments

Pantai Lovina(Lovina Beach)

Published on in


Kabupaten/Kota : Buleleng 



 
Kawasan Wisata Lovina ini merupakan kawasan wisata pantai dengan daya tarik utamanya pantai dengan air laut yang tenang, pasir berwarna kehitam-hitaman, dan karang laut dengan ikan-ikan tropisnya. Karena sifat lautnya yang tenang, Lovina ini sangat cocok untuk rekreasi air seperti menyelam, snorkling, berenang, memancing, berlayar, mendayung dan sekedar berendam di air laut. Disamping daya tarik tersebut di atas, dapat dicatat disini adanya ikan lumba-lumba dalam habitat aslinya. Ikan lumba-lumba yang jumlahnya ratusan ini dapat dilihat di pagi hari, kurang lebih satu kilometer lepas pantai. Ikan lumba-lumba yang menyelam, melompat di atas permukaan air dengan pemandangan untaian gunung di sebelah selatannya, langit kemerah-merahan pertanda terbitnya matahari, merupakan suatu pemandangan yang memberi daya tarik yang sangat memikat.

Kawasan Lovina ini juga ditunjang oleh banyak daya tarik wisata di sekitarnya yang mudah dicapai. Daya tarik pariwisata di sekitar Lovina antara lain : Air Panas Banjar, Wihara Budaha, Air Terjun Gitgit, dan desa-desa sekitarnya yang sangat ideal untuk mereka yang mencintai alam (ecotourism).

Secara resmi, kawasan ini disebut Wisata Kalibukbuk, namun lebih dikenal dengan sebutan Kawasan Wisata Lovina. Kawasan ini meliputi 2 kecamatan, yaitu Desa Pemaron, Desa Tukadmungga, Desa Anturan dan Desa Kalibukbuk masuk Kecamatan Buleleng sedangkan Desa Kaliasem dan Desa Temukus masuk Kecamatan Banjar. Kedua-duanya terletak di kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng. Desa yang terletak paling Timur yaitu Desa Pemaron (5 km Barat Singaraja) dan desa paling Barat yaitu Desa Temukus (12 km Barat Singaraja). Pusat kawasan wisata Lovina terletak 10 km dari kota Singaraja.

Kawasan wisata Lovina sementara ini menjadi pusat fasilitas kepariwisataan di Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng. Terdapat berbagai macam akomodasi, baik hotel berbintang, hotel melati, pondok wisata maupun "homestay", rumah makan, toko cendramata, angkutan, pelayanan pertukaran uang (money changer), pelayanan informasi pariwisata (tourist information service), telpon (Wartel) dan lain-lainnya. Sebagai kawasan wisata dan pusat fasilitas pariwisata di Buleleng, Lovina mendapat kunjungan yang terbesar dari wisatawan yang datang ke Buleleng. Berdasarkan hasil survey pariwisata tahun 1992, dari jumlah wisatawan yang menginap di Buleleng, 90 % menginap di Lovina.

Lovina diberi nama oleh Almarhum Anak Agung Panji Tisna. Konon nama Lovina diambil dari nama hotel kecil di India yaitu "Lafeina" dimana beliau menginap dan menulis buku dengan judul Ni Ketut Widhi (yang kemudian buku ini diterjemahkkan kedalam beberapa bahasa dan untuk mengenang almarhum). Ada juga versi lain Lovina ini diambil dari adanya dua pohon "santen" yang ditanam oleh putra beliau yang kemudian tumbuh saling berpelukan. Jadi Lovina berasal dari bahasa latin dengan arti saling mengasihi atau saling menyayangi. Kemudian oleh Bupati Kepala Daerah tingkat II Buleleng, Drs. I Ketut Ginantra selama masa jabatannya dari tahun 1988 sampai 1993, Lovina diartikan sebagai singkatan dari "Love" dan "Ina" artinya "Cinta Indonesia".

0 comments

Lingkungan Pura Dalem Sangsit(Sangsit Temple)

Published on in

Kabupaten/Kota : Buleleng 



 

Daya tarik yang menonjol dari lingkungan pura ini adalah relief pada tembok luar pura yang menggambarkan ceritera "Bima Swarga", yang pada pokoknya menggambarkan adanya hukuman imbalan yang diterima setiap orang setelah yang bersangkutan meninggal sesuai dengan perbuatannya. Misalnya hukuman yang harus diterima oleh seorang yang melakukan perbuatan zinah di saat hidupnya. Relief ini juga mengandung makna filosofis tentang hak dan kewajiban umat Hindu. Misalnya digambarkan seorang wanita yang harus menyusui seekor ulat raksasa karena tidak mampu memberikan keturunan.

Relief ini karena umurnya dibeberapa bagian telah mulai kabur namun di beberapa bagian masih nampak jelas. Adapun patung patung yang berwajah seram sebagaimana umumnya terdapat pada setiap lingkungan Pura Dalem yang ada kaitannya dengan kematian, memberikan suasana seram dan menakutkan, menambah juga daya tarik lingkungan Pura ini bagi wisatawan. Lingkungan Pura Dalem ini terletak di Desa

0 comments

Lingkungan Pura Pulaki(Pulaki Temple)

Published on in


Kabupaten/Kota : Buleleng 



 
Lingkungan Pura Pulaki dibangun di atas tebing berbatu dan langsung menghadap ke laut. Lingkungan Pura ini kelihatan sangat agung dan sesuai dengan namanya yaitu Lingkungan Pura Agung Pulaki. Daya tarik Lingkungan Pura ini yang menonjol adalah lokasi dan lingkungan Pura. Bukit terjal yang berbatu dan kering serta laut membentang di depannya dan bukit tidak jauh di sebelah Baratnya yang berbentuk tanjung kecil memberikan suasana yang sangat menarik.Kera-kera yang hidup di sekitar pura ini, sering berkumpul di halaman pura karena adanya makanan yang diberikan oleh para pengunjung, menambah daya tarik lingkungan pura ini.Lingkungan Pura Pulaki terletak di desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, 53 km sebelah Barat Singaraja.

Lingkungan Pura Pulaki itu sesungguhnya merupakan satu kompleks yang terdiri dari lingkungan Pura Agung Pulaki dengan beberapa "Pesanakannya" yaitu lingkungan Pura Melanting, lingkungan Pura Kertha Kawat, lingkungan Pura Pabean dan lingkungan Pura Pemuteran. Lingkungan Pura Melanting ada kaitannya dengan kemakmuran, khususnya yang beraspek perdagangan, sehingga lingkungan Pura Melanting banyak dikunjungi oleh para pengusaha, pedagang, untuk bersembahyang dan membawa "aturan'. Di Lingkungan Pura Pemuteran, terdapat air panas yang banyak dikunjungi baik oleh penduduk lokal maupun wisatawan.

0 comments

Lingkungan Pura Ponjok Batu(Ponjok Batu Temple)

Published on in


Kabupaten/Kota : Buleleng 



 

Lingkungan Pura Ponjok Batu merupakan sebuah tanjung yang terdiri atas bebatuan dimana dari celah–celah batu tersebut tumbuh pohon Kamboja dan semak yang sangat indah. Dalam bahasa Bali "Ponjok Batu" berarti Tanjung Batu. Lingkungan Pura ini merupakan lingkungan Pura tempat pemujaan/tempat persembahyangan umum untuk mohon keselamatan.Dari depan lingkungan pura yang dibatasi jalan raya menuju Amlapura terlihat pemandangan Laut Jawa yang terbentang luas, yang dapat menimbulkan ketenangan jiwa dan menumbuhkan inspirasi bagi pengunjungnya. Laut yang tenang yang ditumbuhi beberapa pohon tua di sekitar bukit menambah keindahan lokasi lingkungan Pura. Beberapa sumber air bertebaran di sekitar lokasi, dan penduduk setempat memanfaatkannya untuk keperluan sehari-hari. 

Lingkungan Pura ini terletak lebih kurang 24 km di sebelah Timur Singaraja, terletak di pinggir pantai dan di atas sebuah ketinggian, termasuk wilayah Desa Pacung Kecamatan Tejakula. Disamping karena keindahan alam, arsitektur lingkungan Pura juga mencerminkan gaya khas yaitu seluruh bangunan terbuat dari susunan batu batu alam yang terdapat di sekitar lokasi sangat menarik wisatawan
.